Selasa

Membuat Lampion Imlek

Barang bekas jika diberi sedikit kreatifitas pasti akan lain jadinya.Seperti kali ini, kami memanfaatkan botol air mineral bekas untuk membuat lampion.
Mula-mula botol air mineral yang sudah kosong dipotong sekitar 15 cm.Kemudian sisi sinya kita gunting sedikit.Hasil guntingan tersebut kita lipat ke arah luar. Setelah itu, kita pasang benang untuk kaitan pegangan lampion.Barulah sesudah benang terpasang, lampion kita hias dengan pita merah dan kita beri tulisan ucapan Imlek.
Cukup mudah bukan?

Jumat

Lap Book Imlek

Kalau penasaran dengan sesuatu yang kita belum tahu pasti,lebih baik kita mencari tahu lebih detil.Kita bisa bertanya pada orang lain, bertanya pada teman,dan mencari di internet.Supaya tidak berceceran dan hilang, lebih baik hasil tulisannya kita kumpulkan dalam suatu tempat.Nah,salah satu tempat untuk mengumpulkan hasil "rasa penasaran" kita adalah di lap Book.Lap Book dapat dibuat dari tempelan guntingan kertas karton yang kita hias sesuai tema.Disamping bisa lebih awet juga lebih indah dilihat.Misalnya saat ini tema kita adalah Imlek.Maka,hiasan Lap Book kita sesuaikan dengan Imlek.Anak-anak SK membuat Lap Book yang bervariasi.Lihatlah hasilnya..

Rabu

Sikap Hormat

Sikap hormat adalah sikap sopan dan santun untuk menghargai orang lain.Kita melakukan yang baik dan tidak membantah.
Semua orang harus dihormati.
Beberapa orang tertentu harus dihormati secara khusus,seperti misalnya orang tua kita, orang yang lebih tua,orang yang telah mengasuh kita,dan orang yang telah mendidik kita.
Kita wajib hormat juga dengan teman-teman sebaya.Misalnya,tidak memanggil mereka dengan nama sebutan sembarangan, tidak meminjam barang tanpa meminta ijin terlebih dahulu.
Kalau kita ingin dihormati orang lain, maka kita harus menghormati mereka..

Senin

Pindah Belajar ke Paso




Ada yang berbeda dengan pembelajaran di Semester 2 kali ini, karena tempat belajar yang semula berada di jalan Ampera pindah ke Paso.Mengapa berpindah? Karena, di Paso tempatnya lebih memungkinkan anak-anak untuk bereksplorasi maupun berekspresi.Mereka bisa berlari-larian kesana kemari dengan lebih leluasa.Mereka bisa lebih mengenal alam.

Minggu

Selamat Tahun Baru 2012

Setiap jejak langkah menorehkan sejarah
Setiap jejak langkah menorehkan pengalaman dan pembelajaran yang tiada henti
Selalu ada harapan baru bagi langkah baru..

Selamat Tahun Baru 2012
Sejuta harapan,sejuta inspirasi baru..

Senin

Kemah Yuk...!

Berkemah adalah sebuah kegiatan rekreasi di luar ruangan.Berkemah dilakukan dengan menginap dlokasi perkemahan dengan menggunakan tenda dengan fasilitas layaknya tempat tinggal darurat.Tujuannya antara lain :

1.Memberikan pengalaman adanya saling ketergantungan antara manusia dengan unsur
unsur alam serta untuk memahami dan menghormati keseimbangan alam
2.Untuk mengembangkan kemampuan diri mengatasi tantangan
3.Menemukan kembali cara hidup yang menyenangkan dalam kesederhanaan.
4.Membina kerja sama,persatuan dan persaudaraan.

Pada tanggal 18 sampai dengan 19 Desember 2011,untuk mengakhiri kegiatan Semester 1 anak-anak Sawokecik berkemah di Ragunan.Ini adalah kegiatan berkemah pertama kali yang dilakukan bersama.Banyak pengalaman lucu dan menyenangkan terjadi.Kerjasama diantara kami menjadi semakin erat.Malamnya,kami membuat api unggun dan bermain game seru...
by.Ann

Jumat

Field Trip : Green Festival 2011



Field trip kali,anak-anak Sawokecik mengunjungi Green Festival, pada tanggal 2 Desember 2011.Green Festival,dibuka di Jakarta, Kamis (1/12/2011) di Bentara Budaya Jakarta. Pameran yang terselenggara keempat kalinya ini telah diadakan di Bandung 24-26 November, berlangsung di Jakarta hingga 4 Desember 2011 dan akan digelar kembali di Surabaya pada tanggal 9-11 Desember 2011.

Datang ke Green Festival, pengunjung bisa merefleksikan masalah perubahan iklim serta mendapatkan masukan cara menyikapinya dari skala kecil. Di Green Festival, terdapat zona yang merepresentasikan persoalan pemicu perubahan iklim, yakni zona air,zona pohon,zona energi,zona sampah, dan zona transportasi.

Merefleksikan masalah perubahan iklim, di Zona Iklim, pengunjung bisa melihat patung es pinguin bersebelahan dengan beruang kutub. Patung yang perlahan mencair ini merefleksikan konsekuensi pemanasan global dan perubahan iklim bagi lingkungan kutub.

Di Zona Transportasi, pengunjung bisa menyadari bahwa pemakaian kendaraan bermotor bisa berdampak buruk bagi Bumi. Sepeda dipamerkan sebagai alternatif. Di Green Festival, ada pula stand Komunitas Bike to Work yang mengajak menggunakan sepeda dalam aktivitas sehari-hari.

Di Zona Air, ditunjukkan pesan lewat kartun bahwa konsumsi air yang berlebihan juga berdampak buruk bagi lingkungan. Pengunjung diajak mengkonsumsi air secara efisien. Sementara di Zona Sampah, pengunjung diajak mengurangi penggunaan sampah plastik.

Di zona sampah, ditunjukkan perbedaan sampah organik dan sampah anorganik.Selain itu ada stand yang khusus memperlihatkan tentang sampah-sampah yang bisa didaur ulang kembali dengan membuatnya menjadi kerajinan dan hiasan-hiasan menarik.

Ada beberapa stand yang bisa dikunjungi di Green Festival. salah satunya adalah stand Komunitas Halaman organik yang mengajak memanfaatkan halaman yang terbatas untuk menanam tumbuhan bermanfaat. Tujuannya, mencapai kesehatan raga, jiwa, dan lingkungan.

Green Festival kali ini mengambil tema "Gaya Hidupku untuk Bumi". Nugroho F Yudho, Ketua Pelaksana Green Festival 2011 mengatakan, "Kampanye ini sekaligus mengajak masyarakat menjadikan kegiatan mengurangi efek pemanasan global sebagai gaya hidupnya sehari-hari." Di Green Festival juga mengajak masyarakat untuk menanam bibit pohon yang diberikan secara gratis.Bibit-bibit pohon itu antara lain bibit pohon trembesi,pohon rambutan,mangga,jeruk,jambu biji dan masih banyak lagi.

Green Festival terselenggara berkat kerjasama beberapa korporat, diantaranya PT Pertamina PERSERO, Sinarmas APP, PT Tirta Investama (Danone AQUA), Tupperware, Kompas, Metro TC dan jaringan data FeMale Indonesia.
Share12